7UR@N6 P3M15@4

Mei 1, 2008

“Rey… gue minta lo jangan deket-deket sama Ami, gue kasihan sama lo, lo bakal abis diperas. Semua orang di perumahan dendam sama orang komplek…”OK

Rey bangun pagi-pagi sekali, ini hari minggu pertama mereka tinggal di rumah baru sejak Papa memesan rumah ini dua tahun yang lalu dengan cara nyicil, sekarang baru kelar dibangun sama developer-nya. Katanya sih, pembebasan di daerah ini alot, hampir setiap hari ada keributan antara pengembang sama penduduk setempat, bahkan ada yang tewas segala karena perkelahian dengan senjata tajam antara kedua kubu.

“Nin, bangun Nin, bangun!” teriak Rey di depan kamar adiknya, dia udah siap dengan pakaian olahraga.
“Nina… ini kan hari minggu, bangunlah Nin!” ujar Mama pula, yang lagi motong-motong roti.
Tanpa menunggu Nina adiknya bangun, Rey berlari ke garasi, dia mengambil sepeda tandem-nya. “Nina!” teriak Rey sekali lagi dari luar.
Udara pagi terasa sejuk, Rey meluncur sendirian di bawah pohon-pohon peneduh jalan utama di depan rumahnya yang bersih dan segar, berbeda dengan rumah Rey yang dulu, walau rumah mereka tidak kecil, tapi daerahnya sudah padat banget dengan penghuni, jadi udara nggak segar lagi.
Sampai di lapangan komplek perumahan, ternyata banyak bapak-bapak, ibu-ibu, juga pemuda-pemuda sebayanya, lagi siap bermain bola voli. Rey mengayuh sepedanya mengitari lapangan. Baru setengah lapangan dia mengayuh, tiba-tiba seorang cewek menghadang laju sepedanya.
Cewek itu tersenyum, Rey melihat di pinggir jalan di samping warung rokok ada teman-temannya berkelompok. Rey terpaksa menghentikan sepedanya di depan cewek itu.
“Wah, asyik banget naek sepeda sendirian, gue ikut dong,” ujar cewek itu, tampangnya cakep juga, kulitnya hitam manis, model pakaiannya army look, gagah, tapi matanya keliatan ngantuk abis begadang. Rey salah tingkah.

Entry Filed under: CERPEN. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

 

Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Blogroll

my friendz

Meta

Kategori

P3RP15@4@N

Detik demi detik, menit demi menit, jarum jam dindingpun mulai berputar sambil menunjukkan waktu karena semua manusia membutuhkan waktu yaitulah jam, tapi adakalanya jam bisa tidak berputar dengan sendirinya. jam tak berputar lagi padahal begitulah pentingnya jam (waktu) perlu diketahui jika jam kita sedang tak berputar jangan disalahkan karena jam hanyalah buatan manusia dan itulah dengan bantuanNYA slalu berputar tanpa berhenti

Komentar Terakhir

nieha di Sakit Gusi Pertanda Awal …
nieha di About
nieha di About
bustamindrg di KONSULTASI GIGI
masbadar di KONSULTASI GIGI

Blog Stats