Diarsipkan di bawah: CERPEN

|
|
|
“Rey… gue minta lo jangan deket-deket sama Ami, gue kasihan sama lo, lo bakal abis diperas. Semua orang di perumahan dendam sama orang komplek…”OK Rey bangun pagi-pagi sekali, ini hari minggu pertama mereka tinggal di rumah baru sejak Papa memesan rumah ini dua tahun yang lalu dengan cara nyicil, sekarang baru kelar dibangun sama developer-nya. Katanya sih, pembebasan di daerah ini alot, hampir setiap hari ada keributan antara pengembang sama penduduk setempat, bahkan ada yang tewas segala karena perkelahian dengan senjata tajam antara kedua kubu.
“Nin, bangun Nin, bangun!” teriak Rey di depan kamar adiknya, dia udah siap dengan pakaian olahraga. |
Tidak ada Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
Tinggalkan komentar
Baris dan paragraf terpisah secara otomatis, alamat email tidak akan ditampilkan, kode HTML diperbolehkan:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>